Sabtu, 07 April 2018

Berpikir



Aku pikir diriku berpikir, tapi nyatanya tak ada yang terpikir. Setelah kupikir-pikir kita tak sepikiran.

Solilokui


Seorang anak sedang memandang dari kejauhan. Aku. Menatap gelisah pada manusia-manusia yang sedang sibuk menebar kata-kata pada halamannya.

Sedangkan aku sibuk pada halamanku sendiri. Oh, benar, itulah yang aku cintai, berbahagia dalam halamanku sendiri. Namun, aku menjadi gelisah dan cemas tak berkesudahan. Aku jarang bisa tenang menikmati bunga-bunga matahari di halamanku.

Rabu, 04 April 2018

Rata-Rata


“Orang rata-rata adalah orang yang terbaik di antara yang terburuk,
atau yang terburuk di antara yang terbaik.”
―David J. Schwartz

Yeah… rata-rata.

Maka, sangat dianjurkan untuk mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Melakukan yang jauh lebih baik dari apa yang bisa orang lain lakukan. Bekerja lebih keras, belajar lebih giat.

Limpahan Rasa Syukur



Puji syukur saya masih hidup, masih bernapas. Tadi sudah sarapan, sekarang minum teh.

Puji syukur, kelopak mata saya masih berfungsi. Siku dan lutut saya sehat. Kulit tidak ada yang luka.

Senin, 02 April 2018

Rectoverso: Hanya Isyarat



“Aku justru orang yang paling bersedih. Karena aku tahu…
apa yang nggak bakal pernah bisa aku miliki.”
―Hanya Isyarat, Rectoverso.

Belakangan ini saya ingat Rectoverso. Buku karangan Dee Lestari yang lima cerita di dalamnya diadaptasikan menjadi sebuah film omnibus. Dari lima cerita yang difilmkan itu, saya sangat menyukai yang berjudul Hanya Isyarat. Syahduuu banget.
 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo