Kamis, 06 September 2018

Nasihat Seseorang untuk Orang Lain



Lalu, saya anggap itu sebuah nasihat untuk diri saya juga. Jadi, mari kita setujui saja.

Tidak apa-apa bajumu itu-itu saja. Tidak apa-apa belum bisa beli celana. Tidak apa-apa orang bosan melihat penampilanmu. Tidak apa-apa merasa bosan dengan penampilan diri sendiri.

Itu sungguh tidak apa-apa.

Selasa, 04 September 2018

JEBRES



Ada hal-hal sederhana yang entah kenapa sangat menyenangkan untuk diri kita. Padahal, bagi orang lain hal itu sangatlah biasa atau bahkan malah tidak terpikirkan sama sekali.

Kalau menurut Metode KonMari, benda tertentu yang jika disimpan atau dipakai bisa mendatangkan rasa bahagia dan hanya kita sendiri yang bisa merasakannya, itu dinamakan Sparks Joy. Nah, ini juga sama, tapi tentang sesuatu yang diucapkan atau didengar―walau saya tidak tahu nama istilahnya.

Kamis, 30 Agustus 2018

Mau Bersyukur (Lagi)



Terima kasih Tuhan, telapak tanganku ada garis-garisnya, kakiku masih bisa melangkah, suaraku masih sama, bulu mata masih normal, masih bisa tengok kiri-kanan, dan mencium aroma makanan.

Terima kasih Tuhan, aku masih menghirup udara bersih, bisa membedakan hitam dan kuning, kukuku tidak berhenti tumbuh, tidak pernah mimisan, dan aku masih punya pulsa.

Minggu, 26 Agustus 2018

Seandainya Ada Adik ...



Hal ini sudah lama mengusik saya. Tadinya hanya sekadar terpikir sambal lalu, tetapi seiring berjalannya waktu sampai hari ini, hal itu terus terpikirkan dan semakin kepikiran.

Ada berbagai kejadian atau hal yang seharusnya dilakukan di tempat kerja―yang selalu berkaitan dengan Adik. Beberapa hari yang lalu ada suatu hal yang harus dikerjakan atau dibuat, tetapi karena tidak ada yang ‘mampu’ akhirnya kita kalang kabut mencari solusi agar hal itu bisa terselesaikan/terwujudkan. Terkadang, bahkan ada hal-hal yang terpaksa tidak jadi dilakukan, hanya diucapkan semata.

Senin, 20 Agustus 2018

Mau Menakali Apa?



Belakangan ini ada satu topik pembicaran dengan Adek yang membuat saya terus memikirkannya. Saya memang pemantik percakapan paling aktif kalau sedang berbincang dengannya via telepon. Menanyakan apa ada yang sakit di badannya? Adakah masalah dengan sekolah atau kawannya? Apakah sering dimarahi Bapak-Ibu? Sudahkah cium lutut hari ini?

Pertanyaan yang cukup sering saya ajukan juga adalah ‘kamu nakal nggak?’ Dan yang terakhir ini dia menjawab pertanyaan saya berbeda dengan jawaban-jawaban sebelumnya. Entah, apakah dia bosan dengan pertanyaan itu atau dia baru menemukan kesadaran/jawaban yang lebih tepat.
 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo