Jembatan Pensil. Sebuah
film yang berlokasikan di Pulau Muna. Sudah, gitu aja penjelasannya. Kali ini
saya nonton bersama salah satu sahabat saya, namanya Wa Ode Titi Ismawati. Saya
merasa wajib menonton film ini karena ada rasa kedekatan antara saya dan lokasi
film itu dibuat. Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, tempat lahir saya, rumah saya, kampung
halaman saya, saya tumbuh besar di sana, sekolah dari TK sampai SMA juga di
sana. Bagaimana reaksi saya menonton film ini? Rusuh!
Jumat, 08 September 2017
Kerusuhan Nonton Film Jembatan Pensil
Kamis, 07 September 2017
Hengkang dari Co-op FarmVille 2: Wisata Desa, Kenapa?
Co-op atau kooperasi dalam game FarmVille 2 ini sangat membantu pengguna/pemain. Dengan bergabung di kooperasi kita jadi punya teman baru, kita bisa saling membantu, sehingga banyak hal-hal yang mudah diselesaikan. Ya, saya merasakannya. Namun, kenapa saya memilih untuk mengundurkan diri? Begini ceritanya .…
Senin, 07 Agustus 2017
Supernova Menggemaskan!
Sejauh ini saya hanya
pernah membahas tentang Partikel dalam blog yang lama (radareby.blogspot.com).
Sekarang saya akan menuliskan pendapat atau reaksi saya setelah membaca tuntas
kesemua seri Supernova. Tidak begitu penting mungkin buat pembaca, tetapi (selalunya) itung-itung tulisan ini jadi
dokumentasi saya untuk tahun-tahun ke depan. Apa pun yang saya tulis di sini
sesuai dengan kesepemahamanku (bueh! terlalu banyak imbuhan) atau murni
menurut saya sendiri. Apabila ada yang salah paham atau keliru, mohon maaf ya.
Saya merasa belum menjadi pembaca yang cukup pandai menghadapi Supernova. Gak
kebayang, bagaimana kikuknya jika saya berada dalam sebuah forum diskusi
bersama Komunitas Supernova, yang ada saya hanya akan menimpali seadanya dan
mengangguk-angguk serius pertanda sesekali terjadi korsleting otak, yang ada di
kepala saya serupa adegan acak mirip keresek-keresek tampilan tv rusak. Namun, untungnya saya belum pernah bertemu mereka, hehe.
Kenapa baru sekarang
menuntaskan Supernova?
Rabu, 02 Agustus 2017
Jangan Lupa Bahagia
![]() |
| Saya yang menang! |
Selalu ada saja momen
di mana kita melupakan usia dan label mahasiswa tua. Salah satunya dengan
melakukan permainan Pancasila Lima Dasar (begitulah sebutannya di daerah kami).
Diawali dengan
menyebutkan judul lagu beserta nama penyanyinya. Tak jarang kami hanya
menyebutkan lagu tanpa nama penyanyi karena lupa, lalu disambut teriakan tak
setuju dari peserta yang lain karena tak mengenal lagu itu dan dianggap hoaks,
di situasi seperti ini Google adalah jalan keluar.
Kamis, 27 Juli 2017
Sudah Besar
“Berarti aku sudah
boleh minum larutan penyegar satu kaleng dong?!” teriaknya. Suara itu jadi background percakapan saya bersama Ibu yang
sedang menggosipkan Adik habis-habisan. Dibalas dengan gelak tawa kami.
Dia adik (laki-laki) saya, beda usia kami
delapan tahun. Cukup jauh. Dan sekarang dia bukan anak kecil lagi. Diawali
dengan laporan Ibu bahwa suara Adik sudah berubah. Tentu itu jadi ejekan
terhangat dan seru. Apa hubungannya dengan minum larutan penyegar satu kaleng?
Langganan:
Postingan (Atom)





