Selasa, 20 Maret 2018

Balada Kegemasan Pekerjaan


Pernah saya mengatakan di sini bahwa saya sangat mencintai pekerjaan saya. Ya, benar. Sangat cintaaa… sekali. Saya mengerjakannya penuh suka cita, semangat membara, tidak bosan. Namanya saja cinta. Tapi bukan berarti tidak pernah stres.

Di awal bulan ini ada pekerjaan baru yang masuk ke email saya. Tentu saya senang. Tapi begitu buka isinya….

Senin, 19 Maret 2018

Kepada Bimo


Surat terbuka untuk seorang kawan.


Hai Bimo,

Tiba-tiba aku ingat kamu. Terkejutkah? Aku pun begitu. Sudah lama kita tidak bertemu, tak berbagi kabar. Bahkan aku sudah lupa bagaimana wajahmu. Aku yakin sekali kamu pun begitu. Berapa tahun telah berlalu? 15 tahun? 17 tahun? Aku bahkan tak tahu pasti.

Jumat, 16 Maret 2018

Keseruan Digital Tribe Aroma Karsa


Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, saya jadi download Facebook lagi demi bisa bergabung di grup digital tribe Aroma Karsa versi cerbung. Saya senang bisa menjadi bagian di dalamnya, merasakan sensasi membaca cerbung dan bertemu teman-teman yang asyik. Walau sebenarnya saya punya beberapa kekecewaan terhadap sistem versi cerbung ini, tapi… saya tidak akan membahasnya. Karena judul di atas adalah “keseruan” jadi mari kita bincangkan seru-serunya saja.

Ekspedisi ke Gunung


Sebelum pukul delapan pagi kami sudah harus berangkat. Saya dan Pram. Lebih pagi lebih baik, pikir saya waktu itu. Kami akan mengunjungi sebuah gunung―untuk berikutnya mari kita sebut gunung X. Tentu hanya sampai di kakinya saja, karena memang saya belum punya kesiapan apa-apa untuk mendaki.

Perjalanan pagi itu disebabkan oleh novel Mak Suri (Dee Lestari) yang baru rilis, Aroma Karsa. Di part 13 bertepatan dengan tim ekspedisi Puspa Karsa akan ke gunung X―awalnya saya kira di part itu mereka akan langsung mendaki, ternyata belum. Saya “merayakannya” dengan mengunjungi gunung tersebut karena lokasinya tergolong dekat. Walau sebenarnya penampakan gunung X bisa saya nikmati dari sekitaran rumah saja

Rabu, 14 Maret 2018

Kodok yang Dibantai


Saya sangat menyukai tidur pada malam hari di rumah Mbah. Di sebelah barat rumah ada aliran air yang terkadang jernih terkadang keruh. Di aliran itu ada banyak batu-batuan kali, sehingga suara gemerciknya syahdu sekali.

Suara yang menenangkan juga menenteramkan itu akan sangat terasa pada malam hari, saat suasana sudah menjadi sunyi. Kebetulan kamar tidur saya bersama Mbah ada di sisi barat rumah, sehingga dekat dengan aliran air itu dan suaranya jadi jelas terdengar.
 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo